RENSING BAT – Suasana di Aula Kantor Desa Rensing Bat pada Kamis (05/02/2026) terasa berbeda dari biasanya. Ada tawa yang sedikit tertahan dan tatapan mata yang berkaca-kaca. Hari itu bukan sekadar seremoni formal, melainkan sebuah babak penutup dari kisah pengabdian 45 hari mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram (UNRAM) yang telah menyatu dengan denyut nadi masyarakat desa.
Acara penarikan mahasiswa KKN ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Rensing Bat, Bapak Muh. Hilmi, SE, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Prof. Aris Doyan, jajaran perangkat desa, mahasiswa KKN, serta sejumlah tamu undangan yang telah menjadi saksi bisu kerja keras para mahasiswa selama ini.
Ketua KKN PMD UNRAM, Haris Setiyo Adi, dalam sambutannya tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Ia menyampaikan apresiasi terdalam kepada Pemerintah Desa dan masyarakat Rensing Bat yang selama ini telah membimbing mereka layaknya keluarga sendiri.
.jpg)
"Terima kasih untuk senyum ramah setiap pagi, untuk dukungan yang tak pernah putus, dan untuk partisipasi luar biasa dalam setiap program yang kami jalankan. Rensing Bat telah memberi kami pelajaran hidup yang tidak ada di bangku kuliah. Selama 45 hari banyak pelajaran yang kami peroleh, terimakasih dengan keramahan warga desa. Sebuah kenagan yang sulit dilupakan, izinkan kami melangkah kembali ke dunia dimana kami datang dan terimakasih sekali lagi untuk semua kenangan desa ini. " ujar Haris dengan nada bergetar.
Kepala Desa Rensing Bat, Bapak Muh. Hilmi, SE, mengenang masa-masa awal kehadiran mahasiswa dengan penuh hangat. Beliau menekankan betapa besarnya kontribusi mahasiswa, terutama dalam menyukseskan program ketahanan pangan desa.
"Rasanya baru kemarin kami menerima kalian dengan tangan terbuka, dan hari ini kami harus melepas kalian. Program ketahanan pangan yang kalian jalankan sangat selaras dengan visi desa kami. Terima kasih telah memberikan dedikasi terbaik," ungkap Bapak Muh. Hilmi.
Beliau juga menitipkan pesan yang menyentuh hati bagi para mahasiswa yang akan segera meninggalkan desa. "Selamat kembali ke kampus dan ke rumah masing-masing. Jika ada hal yang tidak baik selama di sini, biarlah ia terkubur di tanah Rensing Bat. Namun, jika ada hal-hal baik, bawalah pulang dan sebarkanlah ke dunia luar. Kami selalu berharap UNRAM akan kembali lagi ke desa kami di waktu mendatang."
Prof. Aris Doyan, selaku DPL yang dikenal kerap menyelipkan candaan di sela-sela bimbingannya, kali ini tampak lebih emosional. Baginya, Rensing Bat adalah tempat yang memberikan kenyamanan luar biasa dengan suasana pedesaan yang kental dan akrab.
.jpg)
"Terima kasih kepada Bapak Kades dan masyarakat yang telah memberikan panggung bagi mahasiswa kami untuk belajar. Mohon maaf jika ada tingkah laku atau tutur kata anak-anak kami yang kurang berkenan selama ini," tuturnya dengan rendah hati.
Beliau juga berpesan agar ikatan batin ini tidak terputus hanya karena masa KKN telah usai. "Jangan lupakan desa ini. Jika ada waktu, datanglah berkunjung kembali. Anggaplah Rensing Bat sebagai rumah kedua kalian."
Acara diakhiri dengan sesi ramah tamah dan foto bersama. Meski raga mereka akan pergi meninggalkan aula kantor desa, jejak-jejak pengabdian dalam program ketahanan pangan dan kenangan manis bersama warga akan tetap abadi di hati masyarakat Rensing Bat. Perpisahan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru bagi para mahasiswa untuk membawa nilai-nilai kebaikan yang mereka petik dari tanah Rensing Bat ke tempat yang lebih jauh.